Ini Kisah “Si Pemakan Manusia” (2)

KOMPAS.com- Harun (30), tersangka pembunuhan dan mutilasi, diperiksa kondisi kejiwaannya oleh tim Polda Kepri. Harun mengaku menyesal telah membunuh Fahmi, 17 Oktober 2009 lalu.

Namun, Harun terlihat santai saat diperiksa Kepala Bagian Psikologi Polda Kepri Ajun Komisaris Besar Hary. Dengan tangan diborgol, Harun berjalan santai. Wajahnya terlihat tenang. Bahkan ia sangat rinci menceritakan kembali peristiwa pembunuhan sadis itu.

“Saya melakukannya tanggal 17 Oktober 2009 Pak. Awalnya tidak ada rencana saya untuk membunuhnya. Tetapi karena dia (korban) terlalu sombong dengan ilmu yang dimilikinya. Dia bisa hidup kembali setelah 40 hari dikubur dalam tanah. Saya hanya ingin membuktikan apa kah dia benar-benar punya ilmu yang diceritakannya ke pada saya,” jawabnya sambil menatap Hary.

Harun mengatakan, ia mengajak Fahmi melihat orang pacaran. Di sinilah Harun melakukan niatnya untuk menghabisi Fahmi. “Saya pikir dia benar-benar preman dan memiliki ilmu kebal itu, makanya saya ajak dia pura-pura melihat orang pacaran di lapangan itu. Tetapi kalau dia tidak mati setelah saya pukul dengan palu itu, berarti dia benar-benar punya ilmu kebal. Tetapi setelah saya pukul kepalanya dengan palu, dia langsung jatuh dan tidak bergerak lagi. Ternyata dia membohongi saya,” jelasnya sambil tersenyum di depan Harry.

Sumber

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: