Ini Kisah “Si Pamakan Manusia” (3)

KOMPAS.com- Kamar Harun bin Amri tertutup rapat. Gembok dan pengaitnya masih melekat di pintu tersebut. Bahkan di depan pintu kamar Harun bertuliskan ‘kejayaan djabrylle’.

Di kamar itulah Harun diduga melakoni segala ritual mistiknya. Ketika Harun mandi sekali pun, kamarnya selalu digembok, sehingga teman-temannya tidak bisa mengetahui apa-apa yang ada di dalam kamarnya. Berbagai barang-barang klenik ada di dalam kamar Harun sebelum polisi mengangkutnya sebagai barang bukti.

Garis polisi atau police line yang melingkar di depan kamar Harun membuat suasana terkesan angker. Setiap pengunjung yang ingin menyaksikan kamar Harun harus dari luar garis polisi. Bahkan teman-teman Harun yang sudah tinggal lama dan bercengkerama dengan Harun pun takut mendekati kamar itu. Mereka lebih banyak duduk di depan kamar Ruslan yang berada lima meter dari kamar Harun.

Beberapa teman Harun seperti Dinaryanto, Ruslan, dan teman-teman lainnya mengaku takut untuk bermalam di tempat tersebut. Mereka beralasan semenjak mengetahui Fahmi dibunuh oleh Harun, situasi di ruli terasa aneh dan menyeramkan.

Ini dikarenakan lokasi rumah liar (ruli) itu tidak dekat dengan jalan raya. Sistem penerangan lampunya hanya menggunakan lampu minyak, sehingga teman-teman Harun memilih bermalam di rumah kawannya di Blok CC, 500 meter dari lokasi kejadian.

“Terus terang saya ngeri mas, setelah tahu yang membunuh Fahmi adalah si Harun, saya nggak tidur di sini lagi. Untuk sementara saya tinggal di tempat kawan di Blok CC sana. Takut hantu Fahmi keluar,” ujarnya kepada Tribun Minggu (7/3) lalu.

Hal senada juga dikatakan oleh Ruslan yang posisi kamarnya tepat berada di samping kamar almarhum Fahmi. “Kalau malam saya nggak tidur sini, saya mengungsi di rumah kawan yang lain. Ya ngeri juga juga kalau tiba-tiba muncul sesuatu disini. Apalagi kejadiannya baru beberapa hari,” imbuh Ruslan.

Di ruli tempat tinggal teman-teman Harun ini tidak tersedia sarana listrik. Mereka menggunakan lampu teplok atau lampu minyak untuk penerangan malam hari. Selain itu tempatnya terlihat angker karena ruli tersebut berada di tanah luas yang sebelahnya ditumbuhi rumput setinggi setengah meter. Begitu juga dengan tumpukan kayu-kayu yang berserakan dan kandang ayam yang menambah keangkeran ruli tersebut.

Bahkan beberapa warga yang sudah mengunjungi lokasi pembunuhan itu mengaku merasakan keangkeran setelah mengunjungi ruli tersebut. Di dekat ruli itu ditumbuhi beberapa pohon-pohon besar yang tinggi. Sehingga saat angin bertiup kencang, suara desiran angin membuat merinding.

Novie C Permana, warga yang tinggal di dekat lokasi mengakui lokasi ruli memang terkesan memyeramkan. Apalagi semenjak ada penemuan mayat. “Saya merasakan suasana yang angker mas, cukup sekali saja saya datang ke sini. Kalau mau lihat tempatnya mending dari kejauhan saja,” ungkapnya.

Sumber

  1. wah serem yaah ..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: